Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Veteran Jawa Timur) secara resmi memberangkatkan sebanyak 4.459 mahasiswa dan 60 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Pelepasan peserta KKN dilaksanakan pada Jumat (10/7/2026) di Halaman Menara Wimaya UPN Veteran Jawa Timur sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Program KKN UPN Veteran Jawa Timur tahun ini terdiri atas tujuh skema, yakni KKN Tematik Inovasi Pesantren, KKN Tematik Bela Negara SDGs, KKN Kolaboratif, KKN Berdampak Nusantara, KKN 3T (Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar), KKN Internasional, serta KKN Proyek Kemanusiaan Internasional. Ketujuh skema tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Pada skema KKN Tematik Inovasi Pesantren, UPN Veteran Jawa Timur bekerja sama dengan Majelis Al-Muwasholah Jawa Timur. Sebanyak 150 mahasiswa didampingi 15 DPL diterjunkan ke 15 pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Jember, Lumajang, Tuban, dan Tulungagung. Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal masing-masing pondok pesantren sebagai upaya memperkuat inovasi dan pemberdayaan di lingkungan pesantren.
Sementara itu, KKN Tematik Bela Negara SDGs 2026 menjadi skema dengan jumlah peserta terbesar. Program ini bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jombang, Lamongan, Bojonegoro, serta Pemerintah Kota Surabaya dengan mengusung tema “Pemuda-Pemudi Pelopor Desa dan Desa Bebas Sampah”. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan tata kelola persampahan desa yang selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1 dan 8 serta Asta Cita poin 3 dan 6. Sebaran peserta meliputi 1.556 mahasiswa di Bojonegoro, 1.225 mahasiswa di Jombang, 805 mahasiswa di Surabaya, dan 450 mahasiswa di Lamongan, dengan pendampingan 34 DPL.
UPN Veteran Jawa Timur juga terus memperluas kolaborasi melalui berbagai skema lainnya. KKN Kolaboratif yang memasuki tahun kelima diselenggarakan di Kabupaten Jember bersama 18 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur, dengan Universitas Islam Jember sebagai koordinator pelaksana. Pada program ini, UPN Veteran Jawa Timur mengirimkan 180 mahasiswa dan 4 DPL. Selain itu, pada KKN Berdampak Nusantara, sebanyak 30 mahasiswa dan 3 DPL diterjunkan ke Pulau Bawean dan Bali untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah.

Pengabdian mahasiswa juga menjangkau wilayah terdepan hingga tingkat internasional. Melalui KKN 3T, UPN Veteran Jawa Timur mengirimkan 4 mahasiswa dan 1 DPL ke Kabupaten Lombok bekerja sama dengan Universitas Al Azhar Mataram. Di tingkat internasional, universitas menerjunkan 2 mahasiswa dan 1 DPL pada KKN Proyek Kemanusiaan Internasional di Distrik Baucau, Timor Leste bekerja sama dengan Universidade Dili. Selain itu, KKN Internasionaljuga dilaksanakan di Brunei Darussalam dengan 3 mahasiswa dan 1 DPL, serta di Thailand dengan 3 mahasiswa dan 1 DPL.
Dalam kegiatan pelepasan tersebut, turut hadir Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia,, Ahmad Riza Patria yang menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan Indonesia. Menurutnya, desa bukan hanya menjadi ruang kehidupan masyarakat, tetapi juga pusat ekonomi lokal, budaya, serta tempat tumbuhnya semangat gotong royong. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa KKN menjadi jembatan penting antara dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat desa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan inovasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKN UPN Veteran Jawa Timur Tahun 2026 yang dinilai selaras dengan agenda pembangunan desa, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, dan tata kelola lingkungan. Menurutnya, mahasiswa hadir bukan untuk menggantikan peran masyarakat, melainkan berjalan bersama masyarakat dalam semangat gotong royong. Fokus KKN pada pengembangan ekonomi kreatif dan pengelolaan sampah dinilai sangat relevan dengan kebutuhan desa saat ini serta diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

