Pemanfaatan big data, korpus digital, dan kecerdasan buatan membuka peluang baru bagi pengembangan penelitian linguistik. Peluang tersebut menjadi salah satu fokus Program Diaspora Berdampak yang diselenggarakan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur pada 18–22 Oktober 2026. Program ini dilaksanakan oleh Ilmatus Sa’diyah, S.Pd., M.Hum., dosen Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur sekaligus penerima Program Diaspora Berdampak, dengan menghadirkan Lalu Nurul Yaqin, Ph.D., Assistant Professor of Malay Language and Linguistics dari Faculty of Arts and Social Sciences, Universiti Brunei Darussalam.
Melalui program ini, Ilmatus Sa’diyah menghadirkan keahlian dan pengalaman akademik dari Universiti Brunei Darussalam untuk memperkuat kapasitas penelitian sivitas akademika, memperluas jejaring internasional, serta membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi ilmiah antara Indonesia dan Brunei Darussalam.
Rangkaian kegiatan melibatkan sekitar 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen UPN “Veteran” Jawa Timur, khususnya dari Program Studi Linguistik Indonesia. Melalui workshop, kuliah tamu, dan kuliah umum, peserta diajak mengeksplorasi pendekatan penelitian bahasa yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital sekaligus memahami peluang pengembangan riset lintas negara.
Program dibuka oleh Wakil Rektor I UPN “Veteran” Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kegiatan tersebut bagi pengembangan akademik universitas. “Kegiatan ini sangat positif. Lembaga berharap publikasi internasional, khususnya di Prodi Linguistik Indonesia, semakin banyak,” ujarnya.
Harapan tersebut menjadi salah satu arah pengembangan kegiatan, terutama dalam mendorong penelitian yang menghasilkan kontribusi ilmiah dan memperluas jejaring publikasi internasional. Keterlibatan akademisi dari Universiti Brunei Darussalam diharapkan dapat mempertemukan pengalaman penelitian dari kedua institusi dan membuka ruang bagi pengembangan agenda riset bersama.
Lalu Nurul Yaqin, Ph.D. menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kerja sama yang telah dibangun melalui program ini. “Kolaborasi ini harus terus dilanjutkan ke depannya dengan program-program riset,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi akademik tidak berhenti pada pelaksanaan workshop atau kuliah umum. Keberlanjutan program riset menjadi langkah penting agar pertukaran pengetahuan dapat berkembang menjadi kerja sama yang terarah, menghasilkan luaran ilmiah, dan memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Mengembangkan Pendekatan Baru dalam Penelitian Linguistik
Salah satu agenda program adalah workshop Penulisan Artikel Scientometrik untuk Jurnal Bereputasi pada 19 Oktober 2026. Pendekatan scientometrik memberikan perangkat untuk menelaah perkembangan publikasi ilmiah, mengidentifikasi kecenderungan penelitian, dan memetakan peluang kajian yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Bagi peneliti, pemetaan tersebut dapat menjadi dasar dalam merumuskan topik penelitian dan menentukan arah publikasi.
Pada 20 Oktober 2026, workshop Analisis Big Data dan Pemanfaatan Sumber Data Korpus memperkenalkan pendekatan berbasis data dalam penelitian bahasa. Korpus digital memungkinkan peneliti mengamati penggunaan bahasa berdasarkan kumpulan data autentik yang dihimpun dan diolah secara sistematis. Pendekatan ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola kebahasaan, kecenderungan penggunaan kata, serta berbagai fenomena linguistik dalam konteks yang lebih luas.
Perspektif tersebut diperdalam melalui Kuliah Tamu Linguistik Indonesia pada 21 Oktober 2026 dengan tema “Menggali Data Bahasa di Era Big Data: Bagaimana Data Bahasa Digital Mengubah Cara Kita Meneliti Bahasa Indonesia?”. Pembahasan ini mengajak peserta melihat bagaimana ketersediaan data digital dapat memperluas sumber dan metode penelitian bahasa Indonesia. Penggunaan data digital juga menuntut kemampuan peneliti dalam menentukan sumber yang relevan, mengolah data secara tepat, dan menafsirkan temuan sesuai konteks kebahasaan.
Pada hari yang sama, agenda penyusunan draf artikel dan dokumen kolaborasi riset Indonesia–Brunei menjadi langkah untuk menjajaki kerja sama akademik yang lebih terstruktur. Agenda ini membuka peluang bagi dosen dan peneliti untuk menyusun topik bersama, merancang kegiatan penelitian, serta mengembangkan publikasi ilmiah lintas institusi.

Korpus Digital dan Kecerdasan Buatan sebagai Peluang Riset
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Kuliah Umum Bahasa di Era Kecerdasan Buatan dan Big Data pada 22 Oktober 2026. Perkembangan kecerdasan buatan menghadirkan perubahan dalam cara data bahasa dikumpulkan, dianalisis, dan dimanfaatkan. Kondisi ini mendorong peneliti linguistik untuk memperluas penguasaan metode digital sekaligus tetap memperhatikan ketepatan analisis dan konteks penggunaan bahasa.
Salah satu agenda yang turut dikembangkan dalam program ini adalah prototipe korpus digital bahasa Indonesia–bahasa Melayu Brunei. Korpus tersebut berpotensi menjadi sumber daya pendukung penelitian lintas bahasa, khususnya untuk dokumentasi, pengolahan, dan analisis data kebahasaan. Pengembangan korpus digital juga dapat menjadi titik awal bagi agenda penelitian bersama yang melibatkan akademisi dari Indonesia dan Brunei Darussalam.
Bagi Program Studi Linguistik Indonesia, pendekatan berbasis big data dan korpus digital membuka kesempatan untuk mengembangkan kajian bahasa yang lebih beragam. Mahasiswa dapat mengenal sumber data dan metode analisis yang lebih luas, sedangkan dosen memiliki peluang untuk mengembangkan penelitian kolaboratif dan memperkuat luaran publikasi ilmiah.
Melalui Program Diaspora Berdampak, UPN “Veteran” Jawa Timur memperluas ruang pertemuan antara keilmuan linguistik dan perkembangan teknologi digital. Inisiatif Ilmatus Sa’diyah sebagai penerima program dalam menghadirkan kolaborasi akademik ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas penelitian dan jejaring internasional universitas.
Ke depan, keberlanjutan kolaborasi melalui program-program riset menjadi peluang untuk memperkuat jejaring internasional universitas, meningkatkan kapasitas penelitian sivitas akademika, dan mendorong kontribusi Program Studi Linguistik Indonesia dalam publikasi ilmiah di tingkat internasional. Dengan demikian, Program Diaspora Berdampak diharapkan tidak hanya menghasilkan pertukaran pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi bagi kerja sama akademik yang berkelanjutan antara UPN “Veteran” Jawa Timur dan Universiti Brunei Darussalam.

