Sebanyak enam mahasiswa dan dua dosen pendamping Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) mengunjungi Pusat Transformasi OKU (PTO USM-MAIK) pada Senin (19/10/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Student Mobility Programme ke Universiti Sains Malaysia (USM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal fasilitas dan kegiatan yang mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas, serta menambah wawasan untuk memberikan edukasi dalam menjalankan peran dokter ke depannya.
Dalam kunjungan tersebut, para peserta berkesempatan mengenal lebih dekat fasilitas dan aktivitas yang tersedia di PTO USM-MAIK, juga peluang masa depan bagi para penyandang disabilitas tersebut. Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa UPNVJT dan peserta PTO USM-MAIK melalui berbagai aktivitas bersama.
Suasana akrab terbangun melalui kegiatan bermain permainan tradisional, seperti dakon, gangsing, dan batu seremban, serta bernyanyi bersama. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan peserta PTO USM-MAIK untuk saling mengenal dan berinteraksi dalam suasana santai.

Dosen pendamping Fakultas Kedokteran UPNVJT menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan melalui interaksi sosial secara langsung.
“Kunjungan ke PTO USM-MAIK memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat fasilitas dan kegiatan pemberdayaan penyandang disabilitas. Melalui interaksi dan aktivitas bersama, mahasiswa juga dapat memperluas wawasan, belajar menghargai keberagaman, serta membangun komunikasi dengan masyarakat dari latar belakang yang berbeda,” ujarnya.
Selain menjadi pengalaman sosial, kegiatan bermain permainan tradisional dan bernyanyi bersama juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk mengenal unsur budaya serta berbagi pengalaman dari latar belakang yang berbeda.
Kunjungan ke PTO USM-MAIK menjadi bagian bermakna dari rangkaian Student Mobility Programme UPNVJT di USM. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya perjalanan akademik mahasiswa, tetapi juga membuka ruang untuk belajar memahami keberagaman, membangun kedekatan melalui interaksi sederhana, serta menumbuhkan sikap saling menghargai. Melalui pertemuan lintas budaya ini, mahasiswa diharapkan dapat membawa pulang wawasan dan pengalaman yang bermakna sebagai bekal untuk menjadi insan yang lebih terbuka, peduli, dan mampu menghargai perbedaan.

