UPN Veteran Jatim Perkuat Diplomasi Akademik bersama UNDIL dan UNISSA

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) memperkuat diplomasi akademik di kawasan ASEAN melalui program International Collaboration: Inbound Mobility and Community Engagement 2026 bersama Universidade Dili (UNDIL), Timor-Leste, dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam. Program ini berlangsung di Surabaya, Sidoarjo, dan Jombang, dengan agenda yang mencakup pertukaran akademik, penelitian kolaboratif, serta pemberdayaan masyarakat melalui KKN Khusus Kolaborasi Internasional di Sidoarjo.

Program yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari ketiga perguruan tinggi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kerja sama pendidikan tinggi lintas negara. Kolaborasi diarahkan pada pengembangan kuliah tamu internasional, mobilitas mahasiswa, penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan inisiasi Pusat Studi Halal UPNVJT–UNISSA.

Rektor UPNVJT, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, M.M.T., I.P.U., menegaskan bahwa kerja sama internasional harus menghasilkan manfaat yang konkret bagi institusi dan masyarakat.

“Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan akademik, melainkan kesempatan berharga untuk mempererat persaudaraan, memperluas wawasan, dan membangun kerja sama di antara perguruan tinggi di kawasan ASEAN,” tegas Akhmad Fauzi.

Menurutnya, kolaborasi ant perguruan tinggi perlu ditindaklanjuti melalui kegiatan akademik dan penelitian yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan karya ilmiah, inovasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan manfaat bagi masyarakat Indonesia, Timor-Leste, serta Brunei Darussalam,” ujarnya.

UNISSA: Mengubah Jejaring Menjadi Kolaborasi Nyata

Perwakilan UNISSA, Dr. Nor Surilawana, menyampaikan apresiasi kepada UPNVJT, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta panitia penyelenggara atas sambutan dan kesempatan berpartisipasi dalam program mobilitas internasional tersebut.

Ia menilai program ini membuka ruang penting bagi pertukaran pengetahuan, interaksi akademik, pemahaman lintas budaya, dan penguatan jejaring internasional.

“Program ini seharusnya tidak menjadi akhir dari keterlibatan kita, melainkan awal dari kemitraan kelembagaan yang lebih kuat, bermakna, dan berkelanjutan,” ungkap Nor Surilawana.

Ia berharap hubungan yang terbangun dapat diterjemahkan menjadi penelitian bersama, mobilitas akademik dan mahasiswa, publikasi kolaboratif, pertukaran pengetahuan, serta program pengabdian kepada masyarakat.

“Kita perlu bergerak melampaui jejaring dan diskusi menuju aksi nyata, komitmen bersama, dan hasil yang saling menguntungkan bagi institusi maupun masyarakat,” tambahnya.

Salah satu peluang strategis yang dijajaki adalah pengembangan Pusat Studi Halal UPNVJT–UNISSA. Inisiatif ini diharapkan memperkuat riset dan inovasi di bidang halal, termasuk pangan, teknologi, bisnis, dan pemberdayaan masyarakat.

UNDIL Memperluas Ruang Kolaborasi Regional

Keterlibatan Universidade Dili dari Timor-Leste memperkuat dimensi regional program ini. Partisipasi dosen dan mahasiswa UNDIL membuka peluang pertukaran pengalaman pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta kerja sama penelitian lintas negara.

Perwakilan UNDIL, Fitri Kusumasari, turut menjadi bagian dari delegasi yang berpartisipasi dalam program kolaborasi internasional ini. Keterlibatan UNDIL dan UNISSA menunjukkan bahwa kemitraan antarkampus dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kapasitas akademik, membangun saling pengertian, dan mengembangkan solusi atas persoalan bersama di kawasan ASEAN.

KKN Khusus Kolaborasi Internasional Hadir di Sidoarjo

Salah satu agenda penting program ini adalah KKN Khusus Kolaborasi Internasional di Sidoarjo, yang memperluas pengalaman mobilitas akademik dari lingkungan kampus ke ruang pengabdian masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan belajar bersama masyarakat, mengenali potensi lokal, bertukar perspektif lintas budaya, dan menerapkan pengetahuan akademik dalam konteks kehidupan nyata. Kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai pendekatan pemberdayaan masyarakat di Indonesia, Timor-Leste, dan Brunei Darussalam.

Program ini menegaskan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan atau pertemuan akademik, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dan dosen membangun kerja sama yang menghasilkan manfaat sosial.

Surabaya, Sidoarjo, dan Jombang sebagai Ruang Pembelajaran Internasional

Rangkaian kegiatan di Surabaya, Sidoarjo, dan Jombang dirancang untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman lapangan. Di lingkungan kampus, delegasi mengikuti kegiatan akademik, termasuk kuliah tamu, sit-in class, serta kunjungan fakultas dan laboratorium. Sementara itu, agenda di kawasan Sedati, Sidoarjo, dan Wonosalam, Jombang, memperkenalkan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, edukasi kopi, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana pengetahuan akademik dapat diterapkan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Interaksi langsung juga memperkaya pemahaman lintas budaya dan memperkuat jejaring mahasiswa di kawasan ASEAN.

Bagi UPNVJT, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun internasionalisasi pendidikan tinggi yang terhubung dengan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Diplomasi Akademik untuk Kemitraan Berkelanjutan

Kolaborasi UPNVJT, UNDIL, dan UNISSA diharapkan menjadi fondasi bagi kemitraan kelembagaan yang lebih terstruktur. Agenda tindak lanjut mencakup penguatan mobilitas akademik, kuliah tamu berkelanjutan, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan Pusat Studi Halal, serta program pengabdian masyarakat lintas negara.

Melalui kolaborasi ini, ketiga perguruan tinggi berupaya menempatkan hubungan internasional sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kapasitas penelitian, dan menghadirkan dampak sosial yang nyata.

Program International Collaboration: Inbound Mobility and Community Engagement 2026 sekaligus mempertegas peran UPNVJT dalam membangun diplomasi akademik yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan ASEAN.

Dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Jombang, kerja sama ini diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang melampaui batas negara, mempertemukan keunggulan institusi, dan menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia, Timor-Leste, dan Brunei Darussalam.